UMKM di Tengah Tekanan Ekonomi: Strategi Bertahan dan Tetap Tumbuh
Di tengah kondisi ekonomi yang penuh tantangan, pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) berada di posisi yang tidak mudah. Harga bahan baku naik, daya beli masyarakat menurun, sementara persaingan bisnis semakin ketat.
Namun, tekanan ekonomi bukan berarti akhir dari perjalanan bisnis. Dengan strategi yang tepat, UMKM tetap bisa bertahan—bahkan tumbuh.
Artikel ini membahas langkah-langkah praktis yang bisa diterapkan UMKM agar tetap berjalan dan siap menghadapi masa depan.
Tantangan UMKM di Tengah Tekanan Ekonomi
Sebagian besar UMKM saat ini menghadapi tantangan yang serupa, antara lain:
- Penjualan menurun karena konsumen lebih berhati-hati dalam belanja
- Biaya operasional meningkat, mulai dari bahan baku hingga distribusi
- Modal terbatas, sehingga sulit untuk ekspansi
- Keterbatasan SDM, baik dari sisi jumlah maupun keterampilan
- Perubahan perilaku konsumen yang semakin digital
Tantangan ini nyata. Tapi bukan tidak bisa diatasi.
Strategi UMKM agar Tetap Bertahan
Di masa sulit, fokus utama adalah menjaga bisnis tetap berjalan. Berikut langkah yang bisa dilakukan:
1. Cek Kondisi Usaha (Lakukan Minggu Ini)
Tidak perlu analisis rumit. Cukup jawab 3 hal ini:
- Produk apa yang paling sering terjual?
- Pengeluaran apa yang paling besar tiap bulan?
- Apakah uang usaha dan uang pribadi sudah dipisah?
👉 Aksi langsung: Hentikan sementara produk yang jarang laku. Fokuskan tenaga dan modal ke produk utama.
2. Pangkas Biaya Tanpa Mengganggu Penjualan
Bukan memangkas asal-asalan, tapi tepat sasaran:
- Kurangi stok barang yang perputarannya lambat
- Evaluasi biaya langganan (internet, aplikasi, jasa)
- Negosiasi ulang harga bahan baku atau sistem pembayaran ke supplier
👉 Target realistis: Hemat 10–20% biaya bulanan.
3. Terapkan Pencatatan Keuangan Sederhana (Wajib)
Tidak harus pakai software mahal. Cukup:
- Buku tulis
- Excel sederhana
- Aplikasi keuangan gratis
Catat 3 hal setiap hari:
- Uang masuk
- Uang keluar
- Sisa kas
👉 Aksi langsung: Lakukan pencatatan selama 30 hari penuh tanpa bolong.
4. Sesuaikan Harga & Paket Produk
Jika penjualan turun:
- Jangan langsung turunkan semua harga
- Buat paket hemat atau ukuran lebih kecil
- Tambahkan bonus kecil (lebih menarik daripada diskon besar)
👉 Contoh realistis: Daripada turunkan harga Rp5.000, buat paket 2 produk dengan harga lebih menarik.
5. Aktifkan Digital, Mulai dari yang Termudah
Tidak perlu langsung semua platform. Pilih 1–2 channel saja:
- WhatsApp Business
- Instagram atau TikTok
- 1 marketplace utama
👉 Aksi langsung: Posting minimal 3x seminggu (produk, testimoni, proses kerja).
6. Perbaiki Pelayanan (Gratis tapi Berdampak Besar)
Hal kecil yang sering dilupakan:
- Balas chat lebih cepat
- Gunakan bahasa yang sopan & konsisten
- Tepati janji pengiriman
👉 Dampak langsung: Pelanggan lebih loyal, repeat order meningkat.
7. Optimalkan Tenaga Kerja yang Ada
Jika belum bisa tambah karyawan:
- Latih karyawan agar bisa multi-tugas
- Susun jadwal kerja lebih efisien
- Tetapkan tugas yang jelas (siapa kerjakan apa)
👉 Aksi langsung: Buat daftar tugas harian sederhana untuk tim.
8. Rekrut Jika Benar-Benar Dibutuhkan
Kalau beban kerja sudah terlalu berat:
- Rekrut freelance / part-time dulu
- Fokus cari yang siap kerja, bukan yang perlu dilatih lama
👉 Solusi praktis: Gunakan portal rekrutmen agar proses cepat dan sesuai kebutuhan UMKM.
9. Bangun Relasi & Kolaborasi
Langkah murah tapi efektif:
- Gabung komunitas UMKM
- Kolaborasi promo dengan UMKM lain
- Ikut pameran kecil atau bazar lokal
👉 Target realistis: Dapat pelanggan baru tanpa biaya iklan besar.
10. Evaluasi Setiap Bulan (Jangan Setiap Hari)
UMKM tidak perlu langkah yang kompleks:
- Bandingkan penjualan bulan ini vs bulan lalu
- Lihat biaya mana yang masih bisa ditekan
- Tentukan 1 fokus untuk bulan berikutnya
👉 Kunci: Konsisten, bukan sempurna.
UMKM bisa dijalankan dengan langkah yang sederhana dan terarah. Fokus pada hal yang paling berdampak, jalankan secara konsisten, dan sesuaikan dengan kemampuan usaha agar bisnis tetap bertahan dan siap tumbuh ke depan.
Informasi lebih lanjut:
Aqilla Sekar Ningrum Prastyo
Corporate Communication
PT Mitra Utama Madani
corcom@mum.co.id